Langsung ke konten utama

Ingin Menjadi Seorang Penulis? Tulis aja dulu






Banyak yang pandai bicara namun tak pandai menulis. Banyak juga yang pandai menulis namun tak pandai bicara. Maka alangkah baiknya jika seseorang mempunyai kedua kemampuan itu. Jadi biasakanlah menuliskan apa saja yang kamu rasakan. Tak perlu takut salah dulu  karena tulisan bisa diedit, tidak sama dengan berbicara langsung. Alat apapun tak ada yang bisa mengedit perkataan langsung. Kecuali dalam format video ya sudah direkam, ini bukan langsung.


Nah, apa saja sih langkah awal untuk mulai menulis? Supaya kita terbiasa menuliskan apa saja yang terlintas dalam pikiran atau yang sedang dirasakan. Entah itu perasaan senang, perasaan sedih atau perasaan kecewa karena satu hal misalnya.


Biasanya penulis punya tempat-tempat tertentu untuk meningkatkan mood menulis. Tempat yang bisa mendatangkan inspirasi. Seperti misalnya JK Rowling yang selalu mendatangi kafe favoritnya untuk mendatangkan inspirasi dan lancar menulis.


Waktu menulis juga penting. Ada penulis yang inspirasinya mengalir jika menulis di malam hari. Ada yang hanya bisa lancar di pagi hari. Bebas saja sih kapan kita mau menulis, yang penting menulis bukan tidak menulis sama sekali. Karena buang buang waktu juga dosa kan?


Nah, sekarang menulis mau mulai dari mana dulu? Mari kita bahas satu-persatu.


Ngawur Aja Dulu


Jangan takut tulisannya jelek atau takut salah tulis. Takut menyinggung perasaan orang lain atau salah tanda baca dan lainnya. Tulis aja semuanya dulu, mulai dari perasaan dulu. Menurut jurnalis senior Zaenudin HM " mulailah menulis dengan perasaan, baru rapikan dengan pikiran".  


Menulis dengan emosi, Camel Bird bilang " Saya mulai menulis dengan hati, apa yang saya rasakan saya tulis, kemudian saya tata lagi dengan menggunakan pikiran".


Lalu coba lihat kembali tentang apakah kalimatnya nyambung dan mudah dipahami, lalu periksa struktur kalimatnya, atau pilihan kata-katanya tepat, ejaannya sesuai dengan eyd atau kalo kamu mau pakai kalimat yang lebih santai boleh aja.


Tak terasa hasil tulisan kamu udah berlembar-lembar kan. Karena menulis dari dalam hati. Tips lain jangan dulu baca ulang tulisanmu sebelum kamu selesai menulisnya. Tulis saja sebebas-bebasnya dulu. Baru koreksi kemungkinan, karena semangatmu untuk menulis akan berhenti kalo kamu koreksi di awal.


Siapkan Buku Catatan Ide


Sewaktu bepergian atau sedang melakukan sesuatu di dalam rumah atau di luar rumah. Tiba-tiba ide bisa datang melintas kapan saja, namun kalau tidak ditangkap atau diwadahi dia bisa hilang begitu saja menguap bagai embun.


Maka buku catatan ide adalah wadah untuk menampung segala ide tiba-tiba melintas itu. Di zaman sekarang ini pilihannya sangat banyak. Kamu tidak harus mencatatkannya di buku. Karena, gadget kita punya segala sesuatu yang kita butuhkan untuk catat mencatat.


Namun, bila mencatatkannya di buku memorinya tidak mungkin rusak atau kalo lagi batere habis dan handphone mati catatan itu tak bisa langsung dibuka.

Maka sediakanlah buku catatan ide kecil yang bisa kamu bawa kemana mana untuk menangkap ide yang melintas dan mengalihkan deras di tempat dan waktu tertentu. Karena otak kita hanya mengingat moment bukan detil.


Setelah ide terkumpul kamu bisa coba klasifikasikan ide-ide itu ke dalam beberapa skala prioritas. Ide mana yang harus didahulukan untuk ditulis. Ide mana yang bisa digabungkan. Atau ide mana yang tak perlu untuk dituliskan.


Cintai Bahasa


Syarat utama menjadi penulis adalah kemampuan berbahasa. Bagi penulis bahasa utama adalah bahasa tulis. Jika bahasa seseorang bagus maka tulisannya juga akan bagus.


Penulis mau tidak mau harus mencintai dan mempelajari bahasa. Belajarlah membuat gaya kalimat yang enak dibaca, memilih kata yang tepat, membuat alinea yang singkat tapi padat, jangan lupa memperhatikan ejaan juga.


Supaya lebih mahir lagi, banyaklah membaca berbagai macam jenis buku. Karya sastrawan terkenal, atau puisi yang menggugah jiwa. Wartawan dan sastrawan terkenal Mochtar Lubis mengatakan " Wartawan sebaiknya belajar sastra, supaya bisa memberikan ruh pada tulisannya".


Belajar Menulis, Tulis Aja


Tak ada jalan lain kalo mau belajar menulis, ya menulis terus menerus. Jadikan menulis sebagai kebutuhan. Kamu tidak bisa tanpa menulis apapun yang kamu rasakan, apapun yang kamu temukan atau ide apa yang melintas di pikiranmu.


Karena segudang teori yang kamu pelajari tak akan ada artinya kalau kamu tidak menulis. Ibarat pemain silat, pemain bola, mereka berlatih terus menerus sampai akhirnya mahir. Dan mereka tidak perlu berpikir akan mengeluarkan jurus atau kemampuan apa, karena mereka terbiasa maka mereka akan refleks dengan situasi.


Penulis pemula memang perlu mempelajari teori namun kunci utamanya adalah berlatih dan berlatih.


Publikasikan


Karena sehebat apapun kamu menulis kalau tidak dipublikasikan kalian tidak akan di kenal. Tulisan kalian tak dibaca orang lain. Bahkan ada istilah yang bilang, kalo mau abadi menulislah. Karena karya kita abadi.


Kalo sebelum era internet penulis cukup susah mempublikasikan tulisannya. Karena mereka harus mengirimkannya ke redaksi koran atau majalah. Itupun belum tentu karya mereka diterbitkan. 


Sekarang kita bisa menulis di berbagai macam platform. Tulisan kita sendirilah yang akan menemukan audiensnya. Atau audiens yang akan menentukan tulisan kita bila ia mencari tema yang kita tulis.


Maka tak ada alasan untuk tidak memulai menulis. Semuanya sudah sangat mudah sekarang ini. Tinggal menata niat dan tekad untuk mulai menulis.


Kita sama-sama belajar ya .. Saya juga masih mulai belajar kok. silahkan tinggalkan komen untuk yang sedang belajar menulis juga.




sumber bacaan : Buku Panduan Praktis Menulis Karya Zaenuddin HM











Komentar

  1. menginspirasi untuk lebih produktif menulis, terima kasih min.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama sama. Terimakasih sudah berkunjung ke blog saya

      Hapus
  2. Sambil berjalan sambil berlatih, keep blogging

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih masukannya, saya juga masih berlatih.

      Hapus
    2. Sama², dengan saling BW bisa nambah wawasan

      Hapus
  3. Kalau sependek pengetahuan saya menulis itu sesuai apa yang kalian sering baca.

    BalasHapus
  4. Iya betul juga, di podcast yang saya dengar katanya penulis cenderung seperti yang mereka baca. Tapi, dia pasti punya ciri khasnya sendiri nantinya. Seperti Joko Pinurbo yang mengidolakan saparSa Djoko Damono. Dia terisnpirasi darinya, tapi tulisan Joko Pinurbo tetap punya ciri khasnya sendiri.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menulis Tak Hanya Bercerita Pada Orang Lain, Tapi Juga Bercerita Pada Diri Sendiri di Masa Depan

Menulis Tak Hanya Bercerita Pada Orang Lain, Tapi Juga Bercerita Pada Diri Sendiri di Masa Depan   Buku harian mungkin sudah mulai ditinggalkan karena banyaknya pilihan untuk mengalihkan pikiran yang sedang suntuk. Kadang tak semua yang dialami bisa diceritakan pada orang lain. Adakalanya juga hanya ingin merenung dan memikirkan kembali apa yang telah dialami. Tapi kalau hanya termenung malah bisa bikin tambah down. Beban yang ada di kepala seperti dilepaskan dengan menuliskannya dan setelah dibaca kembali seakan-akan sedang membaca kisah orang lain. Seperti mengambil jarak dari masalah dan melihatnya dari kejauhan sehingga bisa lebih jernih dalam mengambil keputusan. Menulis Saat Akses Internet Belum Mudah Dulu sekitar pertengahan sembilan puluhan dan dua ribu sepuluhan akses internet bagi saya masih sangat sulit. Maka untuk mencari hiburan yang mudah diakses sesuai minat sangat susah. Televisi hanya menayangkan acara favorit di hari atau jam tertentu saja. Acara tv saat itu ha...

Pandemi Covid19 Bertahan di Kota Atau Kembali ke Kampung

September lalu saya pulang kampung ke Bangkalan Madura, untuk menghadiri acara pernikahan ponakan. Saya tinggal di sana selama hampir satu bulan. Di kampung saya tinggal di rumah orang tua yang bentuk bangunannya sudah tidak seperti rumah tradisional Madura lagi. Rumahnya terdiri dari empat kamar tidur, dua kamar mandi juga teras dan halaman yang cukup. Ada sebuah pohon tanjung dan sungai kecil dangkal mengalir di depannya.  Selama sebulan tinggal di sana saya berfikir untuk pindah tinggal di sini saja. Mengingat semakin sulitnya untuk bertahan hidup di kota selama masa pandemi covid19 ini. Di Jakarta saya tinggal di sebuah kontrakan petakan yang serba terbatas dan rawan stress dengan kondisi yang semakin sulit. Suasana yang Nyaman di Kampung    Tetanggaya di sana juga adalah bibi, paman, sepupu. Bila saatnya makan biasanya kami berkumpul untuk makan bersama membawa lauk yang kami masak dari rumah masing-masing. Setiap hari sangat terasa kekeluargaannya. Walaupun tidak se...

Belajar Bahasa Inggris Gratis di PPKPI Pasar Rebo

  Banyak sekali angkatan kerja yang ingin menambah keahlian dalam bidang tertentu tapi tak ada biaya. PPKPI atau Pusat Pelatihan Kerja dan Pengembangan Industri mungkin bisa menjadi jawabannya. Para angkatan kerja bisa memilih jurusan sesuai minat dan bakat mereka. Akhir tahun 2019 lalu teman saya memberi tahukan tentang lembaga pelatihan PPKPI ini. Saya awalnya menyangka orang yang sudah berumur tak bisa mendaftar. Sayapun memberanikan diri untuk mendaftarkan diri di jurusan bahasa Inggris. Walaupun melalui seleksi yang sangat ketat. Karena dari sekitar 150-an pendaftar hanya 20 orang saja yang akan diterima sebagai peserta. PPKPI adalah UPTD di bidang pengembangan dan pelatihan kerja yang berada di bawah pemerintah DKI Jakarta.   Cara mendaftarnya cukup mudah, hanya perlu foto copy KTP atau surat domisili DKI Jakarta, foto copy ijazah terakhir, dan pas foto 3 × 4 dua lembar. Anda bisa mendaftar secara online terlebih dulu. Tapi masih perlu datang untuk menyerahkan berkas. Un...