Langsung ke konten utama

Belajar Bahasa Inggris Gratis di PPKPI Pasar Rebo


 


Banyak sekali angkatan kerja yang ingin menambah keahlian dalam bidang tertentu tapi tak ada biaya. PPKPI atau Pusat Pelatihan Kerja dan Pengembangan Industri mungkin bisa menjadi jawabannya. Para angkatan kerja bisa memilih jurusan sesuai minat dan bakat mereka.


Akhir tahun 2019 lalu teman saya memberi tahukan tentang lembaga pelatihan PPKPI ini. Saya awalnya menyangka orang yang sudah berumur tak bisa mendaftar.


Sayapun memberanikan diri untuk mendaftarkan diri di jurusan bahasa Inggris. Walaupun melalui seleksi yang sangat ketat. Karena dari sekitar 150-an pendaftar hanya 20 orang saja yang akan diterima sebagai peserta.


PPKPI adalah UPTD di bidang pengembangan dan pelatihan kerja yang berada di bawah pemerintah DKI Jakarta.

 

Cara mendaftarnya cukup mudah, hanya perlu foto copy KTP atau surat domisili DKI Jakarta, foto copy ijazah terakhir, dan pas foto 3 × 4 dua lembar. Anda bisa mendaftar secara online terlebih dulu. Tapi masih perlu datang untuk menyerahkan berkas. Untuk lebih jelasnya anda bisa mengakses http://ppkpi.com


Bagi anda yang mungkin sudah berumur dan sudah lama sekali lulus dari sekolah baik hanya lulusan SMA sama seperti saya, maupun perguruan tinggi jangan khawatir. Anda masih punya kesempatan mendaftar.


Saya mendaftar ke jurusan bahasa Inggris saat berumur 37 tahun. Bahkan teman sekelas juga ada yang berumur 40 tahun. Di jurusan yang lain ada beberapa peserta yang sudah lansia maupun pralansia.


Ada juga yang lulusan dari beberapa universitas ternama baik negeri maupun swasta. Alasan mereka adalah untuk mendapatkan sertifikat SKKNI. Sebagai bekal tambahan sertifikat dan keahlian saat mendaftar kerja nanti. Atau bagi yang lansia biasanya mereka ingin mengembangkan usaha yang mereka punya.


Banyak sekali jurusan yang bisa anda pilih antara lain :

  1. Bahasa Inggris

  2. Listrik Industri

  3. Elektronika Industri

  4. Otomotif Kendaraan Ringan

  5. Otomotif Sepeda Motor

  6. AC Central

  7. AC Tata Udara

  8. Mesin Produksi Konvensional

  9. Las Listrik

  10. Akuntansi Komputer

  11. Administrasi Kantor 

  12. Teknik Informatika

  13. Tata Busana

  14. Gambar Konstruksi Bangunan

  15. Desain Grafis

  16. Elektronika Komunikasi


Fasilitas pendukung yang disediakan sangat lengkap. Semua peralatan dan bahan latihan sudah disiapkan. Dan semua itu tanpa dipungut biaya sepeserpun. Yang diperlukan hanyalah disiplin dan kemauan kuat untuk belajar. 


Konsumsi makan siang dan baju seragam pun disediakan secara gratis. Hanya saja untuk bisa menjadi peserta di PPKPI ini anda harus bersaing dengan ratusan calon peserta terlebih dahulu. Karena perjurusan hanya menerima 20 peserta saja setiap penerimaan peserta baru dibuka.


Lama pelatihan berbeda beda di setiap jurusan, berkisar antara satu bulan sampai tiga bulan. Selepas pelatihan bagi yang lulus ujian akan mendapatkan sertifikat SKKNI. 


Untuk jurusan Bahasa Inggris selain sertifikat SKKNI ada tambahan satu sertifikat lagi yaitu sertifikat tes TOEFL.


Pengalaman belajar Bahasa Inggris untuk perkantoran di PPKPI Pasar Rebo bagi saya cukup menarik. Karena saya sudah tidak pernah masuk kelas dan belajar lagi selama hampir belasan tahun sejak lulus SMA dulu.


Setiap hari kita harus hadir jam 7.30 pagi untuk apel di lapangan untuk mengikuti giat pagi. Semua peserta dari setiap jurusan berbaris di lapangan untuk apel pagi. Peserta yang datang terlambat akan mendapatkan sanksi. Karena peraturannya sangat disiplin.


Setelah apel, semua peserta memasuki kelas masing-masing yang berbeda beda gedung. Pelatihan selesai sampai jam 3.00 sore setiap hari. 


Bahasa Inggris yang kami pelajari di sini adalah bahasa Inggris untuk perkantoran. Ada juga materi bahasa Inggris umum. 

Praktek belajar di sini langsung percakapan, tidak diperlukan banyak catatan seperti saat dulu belajar di sekolah. 


Ada pelajaran listening juga dengan menyimak dan mendengarkan video di layar proyektor. Ada ruang khusus seperti teater mini, untuk pelajaran listening. 




Lama belajar kami hanya satu bulan, itu saja kami mengalami masa belajar terpendek dari angkatan sebelumnya. Kami adalah angkatan pertama di 2020. Tapi ternyata pandemi datang dan tak kunjung reda. Kami hanya setengah bulan saja belajar di sini sampai akhirnya tak pernah dilanjutkan.


Saya pribadi mengucapkan terima kasih sekali kepada para pembimbing yang sudah mengajari dengan sabar. Ada Miss Rini, Miss Ummi, juga ada Almarhum Pak Kholiq. Saya sangat sedih mendengar kepergiannya sekitar awal tahun yang lalu. 


Teman-teman yang berasal dari berbagai macam rentang umur dan latarbelakang yang berbeda. Pembimbing kami selain mengajarkan bahasa Inggris juga mengarahkan kami untuk saling belajar kepada satu sama lain tentang bidang pekerjaan kami.


Demikianlah pengalaman saya belajar saya di PPKPI Pasar Rebo. Selain belajar bahasa Inggris saya juga mendapatkan teman, pengalaman, bahkan ilmu baru dari para peserta yang lain. Walaupun singkat namun tetap membekas sebagai pengalaman hidup lebih lanjut.


Semoga bisa menjadi inspirasi untuk anda dalam menambah skill untuk mendapatkan pekerjaan atau menciptakan lapangan kerja baru. Dan bisa menjadi pertimbangan untuk pembaca sekalian untuk 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menulis Tak Hanya Bercerita Pada Orang Lain, Tapi Juga Bercerita Pada Diri Sendiri di Masa Depan

Menulis Tak Hanya Bercerita Pada Orang Lain, Tapi Juga Bercerita Pada Diri Sendiri di Masa Depan   Buku harian mungkin sudah mulai ditinggalkan karena banyaknya pilihan untuk mengalihkan pikiran yang sedang suntuk. Kadang tak semua yang dialami bisa diceritakan pada orang lain. Adakalanya juga hanya ingin merenung dan memikirkan kembali apa yang telah dialami. Tapi kalau hanya termenung malah bisa bikin tambah down. Beban yang ada di kepala seperti dilepaskan dengan menuliskannya dan setelah dibaca kembali seakan-akan sedang membaca kisah orang lain. Seperti mengambil jarak dari masalah dan melihatnya dari kejauhan sehingga bisa lebih jernih dalam mengambil keputusan. Menulis Saat Akses Internet Belum Mudah Dulu sekitar pertengahan sembilan puluhan dan dua ribu sepuluhan akses internet bagi saya masih sangat sulit. Maka untuk mencari hiburan yang mudah diakses sesuai minat sangat susah. Televisi hanya menayangkan acara favorit di hari atau jam tertentu saja. Acara tv saat itu ha...

Pandemi Covid19 Bertahan di Kota Atau Kembali ke Kampung

September lalu saya pulang kampung ke Bangkalan Madura, untuk menghadiri acara pernikahan ponakan. Saya tinggal di sana selama hampir satu bulan. Di kampung saya tinggal di rumah orang tua yang bentuk bangunannya sudah tidak seperti rumah tradisional Madura lagi. Rumahnya terdiri dari empat kamar tidur, dua kamar mandi juga teras dan halaman yang cukup. Ada sebuah pohon tanjung dan sungai kecil dangkal mengalir di depannya.  Selama sebulan tinggal di sana saya berfikir untuk pindah tinggal di sini saja. Mengingat semakin sulitnya untuk bertahan hidup di kota selama masa pandemi covid19 ini. Di Jakarta saya tinggal di sebuah kontrakan petakan yang serba terbatas dan rawan stress dengan kondisi yang semakin sulit. Suasana yang Nyaman di Kampung    Tetanggaya di sana juga adalah bibi, paman, sepupu. Bila saatnya makan biasanya kami berkumpul untuk makan bersama membawa lauk yang kami masak dari rumah masing-masing. Setiap hari sangat terasa kekeluargaannya. Walaupun tidak se...